

Lonjakan jumlah perokok anak di Jawa Barat lampaui provinsi lain di Pulau Jawa
News - Aras Atas | ANDUNG – Rokok semakin mengintai anak-anak dan remaja di Jawa Barat. Provinsi ini kini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah perokok anak tertinggi di Pulau Jawa. Bukan cuma soal angka, tapi ini jadi sinyal bahaya bagi masa depan generasi muda yang seharusnya bebas dari racun tembakau.
Ketua IAKMI Jawa Barat, Ahyani Raksanagara, menyebut fenomena ini sudah sangat memprihatinkan.
“Konsumsi rokok di kalangan anak dan remaja terus meningkat, dengan usia perokok yang makin muda, bahkan ada yang belum menginjak usia sepuluh tahun,” katanya.
Menurutnya, bahaya rokok bukan cuma bagi si perokok aktif, tapi juga mereka yang hanya terpapar asapnya.
“Rokok mengandung racun dan zat adiktif yang jelas membahayakan kesehatan. Dampak merokok itu bukan hanya untuk perokok aktif, tapi juga bagi orang sekitar yang menjadi perokok pasif,” tambah Ahyani.
Biaya kesehatan akibat rokok juga jadi sorotan. Uang yang seharusnya bisa dipakai untuk layanan kesehatan, malah habis untuk mengobati penyakit akibat rokok.
Dampak rokok bahkan menyentuh aspek pendidikan. Dhimas Herdhianta dari Poltekkes Bandung mengungkap sisi kelam lain dari industri ini.
“Hasil penelitian di kawasan Semeru menunjukkan anak-anak dipaksa bekerja di industri tembakau pascapanen, bahkan hingga malam hari, sehingga mengganggu proses belajar mereka,” katanya.
Paparan rokok di lingkungan rumah dan pekerjaan berisiko tinggi membuat anak-anak tidak hanya terancam kesehatannya, tapi juga psikologisnya.
“Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan paparan rokok dan pekerjaannya di industri tembakau berisiko tinggi mengalami dampak negatif, termasuk ketergantungan dan gangguan psikologis,” lanjut Dhimas.
Data dari BPS memperkuat kekhawatiran itu. Angka perokok di Jabar terus naik dalam tiga tahun terakhir: dari 32,07% di 2022, naik jadi 32,78% pada 2023, dan kembali naik menjadi 32,98% di 2024.
Situasi ini jadi salah satu isu utama dalam diskusi buku “A Giant Pack of Lies Part 2: Menguak Tabir Kebohongan Industri Rokok” di Poltekkes Bandung, Kamis (22/5/2025). Diskusi ini diadakan oleh AJI Jakarta, Bandung Bergerak, dan Poltekkes Bandung.|a.a
Komentar
Gabung dalam percakapan