News.arasatas.com

Donasi untuk Pengembangan Literasi

Bagikan donasi Anda untuk mendukung pengembangan Pustaka Buku dan Riset Literasi Aras Atas.

QR Code Neobank
Pemerintah Beri Diskon Listrik 50 Persen, Hanya untuk 1.300 VA ke Bawah
Pemerintah Beri Diskon Listrik 50 Persen, Hanya untuk 1.300 VA ke Bawah
Pemerintah beri diskon listrik 50% hanya untuk rumah tangga 1.300 VA ke bawah.

Stimulus Ekonomi 2025 Luncurkan Enam Program, Termasuk Diskon Listrik

Pemerintah kembali merilis paket insentif ekonomi pertengahan 2025, menyasar penguatan konsumsi masyarakat lewat enam stimulus utama. Salah satunya adalah diskon listrik 50% yang kini dibatasi hanya untuk pelanggan dengan daya listrik 1.300 VA ke bawah. Ini menjadi perubahan penting dibanding periode Januari-Februari 2025 lalu yang masih menyasar hingga 2.200 VA.

Kebijakan ini bukan sekadar keringanan tarif, tapi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai menyasar akurasi subsidi—memastikan hanya kelompok rentan yang menerima manfaat. Sejak awal 2024, wacana pembenahan subsidi energi terus digulirkan, termasuk kritik terhadap subsidi yang tak tepat sasaran. Maka, kebijakan terbaru ini penting disimak karena menunjukkan arah kebijakan fiskal yang makin selektif.

Diskon tarif listrik ini dijadwalkan berlaku selama Juni hingga Juli 2025, periode yang juga bertepatan dengan liburan sekolah. Artinya, pemerintah ingin mendorong daya beli di masa konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Target diskon kali ini menyasar 79,3 juta rumah tangga, turun dari 81,42 juta pada awal 2025.

"Itu kayak sebelumnya (diskon tarif listrik 50%), tapi kita turunkan di bawah 1.300 VA, kalau yang kemarin kan sampai 2.200 VA," ungkap Airlangga usai memimpin rapat koordinasi terbatas pemberian paket insentif ekonomi di kantornya, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

"Iya," ujarnya saat ditanya apakah diskon tarif listriknya kembali 50%.

"Jadi kita akan siapkan ada 6 paket. Sekarang masing-masing kementerian mempersiapkan regulasinya. Kemarin saya sudah laporkan ke Pak Presiden. Sehingga mudah-mudahan ini segera diumumkan kalau regulasi di masing-masing kementeriannya selesai," jelas Airlangga.

Perubahan batas daya dari 2.200 VA ke 1.300 VA juga mengindikasikan upaya pemerintah memperkuat akuntabilitas bantuan. Fokus subsidi yang makin terarah ini menjadi refleksi dari desakan publik agar APBN lebih efisien dan adil. Terlebih, kebutuhan listrik adalah komponen pengeluaran tetap dalam rumah tangga berpendapatan rendah.

Insentif listrik ini merupakan bagian dari enam stimulus ekonomi yang akan resmi diumumkan 5 Juni 2025. Enam stimulus ini dirancang sebagai alat dorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II, terutama menggerakkan konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi domestik.

"Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program. Nah, ini beberapa program yang disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa yang bisa ditingkatkan melalui konsumsi," kata Menko Airlangga, dikutip dari keterangan resmi.

Keenam program stimulus mencakup: pertama, diskon transportasi darat, udara, dan laut selama masa libur sekolah. Kedua, potongan tarif tol dengan target 110 juta pengendara. Ketiga, diskon tarif listrik 50% bagi pelanggan di bawah 1.300 VA.

Keempat, penambahan bantuan sosial untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat, termasuk kartu sembako dan bantuan pangan. Kelima, Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta dan guru honorer. Terakhir, perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi sektor padat karya.

Langkah ini memperlihatkan respons cepat pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga, yang sejak awal tahun mulai melemah. Dengan insentif menyasar kebutuhan dasar seperti listrik, transportasi, dan sembako, pemerintah berharap geliat ekonomi rakyat bisa kembali bangkit.

Baca juga:

Komentar

Gabung dalam percakapan

Aras Atas