Hari Guru Nasional: Darah Pengabdi
Hari Guru Nasional: Darah Pengabdi

Darah Pengabdi

Oleh: Suwardi Rasyid


Jika bukan karena engkau…apalah jadinya aku, kami, dan mereka

Senyum wibawamu mencengkram keliru tuk jadi baik pada laku

Kala tunas akal kau beri nutrisi ing ngarso sung tulodo

Tatapan teduhmu kembangkan daya didadaku

Tuk pijakkan kaki menapak arah haluanmu 

Jika bukan engkau disampingku…apalah jadinya, kami, dan mereka

Ceritamu hantarkan imaji membangun mimpi

Getaran suaramu mengisi ruang selaka ing madyo mangun karso

Liarkan asa anak desa menatap tajam kehidupan

Bahkan tusukan duri dan ganjalan kerikil yang sisakan memar…

Kau kisahkan menjelma nyaman pada genderang karna

Rapih dan segar tampilmu jadi pembeda

Pesona dan ringan langkahmu hangatkan selera

Menghias hari menjadi pengabdi di tanah negeri

Membangun generasi serupa kami

Jika bukan karena engkau menghembuskan nafas doa…

Aku, kami, dan mereka bukanlah apa-apa

Pada simpangan jalan yang meragu…pada kelokan hidup yang kejam

dan ketika asa nyaris tak berasap karena bara mulai menghitam

Hadirmu baluri aku, kami dan mereka dengan mantra

Oleskan minyak kelapa, zaitun dan kasturi tut wuri handayani 

Jadikanku, kami dan mereka bangkit meski meragu

Setengah lebih jalanan ini tlah kuselusuri

Kisah dan ceritamu dulu kereguk nyata

Sandiwara hidupmu terkuak fakta

Pesona dan wibawamu kurasa penuh luka

Luka-luka rahasia Kesatria Pengabdi tertutup rapi

Jika bukan karena engkau duhai pewaris darah pengabdi

Jiwaku nyaris menyerah pasrah

Pada luka kaki yang memar, dan lebam hati yang tertampar

Tuturku tak seelok kisahmu…

Pijakanku tak sekokoh kuda-kuda pahammu

Pesonaku pun tak seindah taman ilmumu

Jika bukan karena engkau duhai Kesatria Pengabdi

Sungguh…aku bukan siapa-siapa

Dari lemah dayaku…lewat tetes warisan darahmu

Kutegakkan tekad jalani sisa perjalanan ini

Sembari mereguk tenang kisahmu…menjumpa teduh tatapan

Pada pesona senyummu yang penuh wibawa

Berharap perjumpaan indah dalam kumpulan

Generasi pewaris darah pengabdi…

Merindu usapan dan sentuhan lembutmu…pada lemah pundakku

Menghirup aroma cendana nafasmu ketika meniup ubun-ubunku

…aku merindu pertemuan itu

…aku ingin menyampaikan sepenggal kalimat

Maafkan aku duhai pewaris darah pengabdi…aku bukan siapa-siapa tanpamu

…aku ingin memeluk jiwa muliamu…tuk ucapkan lirih…

Terima kasih GURU ku


#GuruMerdeka

#MengabdiUntukNegeri

#WujudkanGenerasiBeradab

#IndonesiaJaya

Komentar

Gabung dalam percakapan

Aras Atas

Pengikut