

JAKARTA, DN.newS - Seringnya terjadi perampokan dan penculikan WNI di perairan Filipina Selatan membuat Pemerintah Indonesia geram kepada Pemerintah Filipina. Jalur yang digunakan Indonesia untuk mengirim batu bara rawan bahaya dari kelompok Abu Sayyaf.
Wakil Presiden Jusuf Kala meminta pemerintah Filipina Serius menjaga peraiaran Filipina Selatan. Jika tidak Indonesia akan berhenti ekspor batu bara kenegara itu.
"Filipina akan menderita nanti begitu kita berhenri kirim batu bara. listrik di selatan (Filipina) itu mati semua. Disitu ada dua pembangkit, batu bara dan geotermal," ujar Kala di Isnta Wapres Selasa, 12/7.
Terkait Penyetopan ekspor batu bara ke Filipina, Kementerian Perdagangan merespon juga "pemerintah harus satu suara, jika pimpinan memerintahkan, ya, kami harus siap," tegas Karyanto Suprih sebagai Pelaksan Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag.
Menurut data Kemendag, Filipina adalah Negara ketujuha terbesar yang mengimpor batu bara dari Indonesia. jadi Filipina sangat tergantung kepada Indonesia terkait batu bara. jika tidak mengindahkan permintaan Indonesia untuk keselamatan WNI yang disandera, akan berakibat fatal bagi Filipina. (dn.newS)
Komentar
Gabung dalam percakapan